Review Film Stuber : Mengetahui ‘Karakter Lain’ dari Iko Uwais

Jagoan pada film The Raid, yakni Iko Uwais, kembali beradu akting dengan aktor lainnya pada film Stuber (2019). Bedanya, jika pada film The Raid ia berperan sebagai protagonis alias karakter yang baik, namun pada film Stuber ini ia berperan sebagai penjahat utamanya! Hahaha mungkin Iko Uwais sudah bosan ya sobat agan, karena doi selalu mendapat peran baik. Tapi kira – kira seperti apa ya?

Diceritakan Stu (Kumail Nanjiani) dan Vic (Dave Bautista), dua orang yang memiliki latar belakang yang berbeda – beda yakni Stu yang berprofesi sebagai supir Uber, dan Vic yang berprofesi sebagai polisi penuntas kejahatan.

Mereka berdua dipertemukan entah bagaimana dan secara kebetulan disaat Vic yang sedang berjuang ingin mengejar penjahat yakni komplotan si Tedjo (Iko Uwais) dan Stu yang kebetulan berada disana dan sedang mencari penumpang dan berjuang untuk memperbaiki rating Ubernya yang sudah di ambang batas.

Vic sangat ambisius untuk dapat menangkap Tedjo karena Tedjo telah membunuh rekan polisi seperjuangannya, Morris (Karen Gillan). Vic merasa sangat bersalah karena saat perburuab Tedjo ia tidak dapat menyelamatkan nyawa Morris dan Tedjo pun berhasil kabur dan melarikan diri.

Hingga suatu hari ia mendengar lagi kabar tentang keberadaan Tedjo beserta komplotannya dan ia pun sangat bersemangat ingin menangkapnya. Sayangnya Vic saat itu sehabis menjalani operasi lasik pada matanya sehingga ia tidak dapat melihat dengan jelas. Jadilah ia memesan uber dan Stu yang mendapatkan orderan dari Vic sang polisi.

Mungkin memang nasib Stu yang kurang beruntung dan juga selalu tertimpa sial karena selain ia selalu mendapatkan rating yang buruk dari para penumpangnya karena suatu alasan, dan kali ini ia mendapatkan penumpang seorang Vic yang karena dari sini kegilaan dan petualangan mereka pun dimulai.

Seiring dengan berjalannya waktu mereka pun akhirnya dapat berteman dan mengerti antara satu sama lain yang membuat adanya chemistry yang baik diantara mereka berdua dan menjadi tim yang baik. Kini tujuan mereka berdua hanya satu, yakni mengalahkan

Jika film ini dipersentasekan, mungkin ialah 40% berisi komedi, 30% aksi, dan sisanya ialah drama dan romantisme. Ya, memang banyak adegan lucu didalam film ini yang sangat sangat menghibur dan juga adegan aksinya yang gila dan mantap.

Selain karena sosok Stu yang memang sudah ahli dan lihai dalam dunia peran yang sudah terbukti saat ia memerankan karakter Drax di film Guardian Of The Galaxy dengan baik, ditambah dengan aksi dari Iko Uwais dan para crew nya yang sudah berpengalaman dalam membuat film pukul – memukul.

Untuk sisi drama dan romantisme hanya ditampilkan beberapa scene di film ini, itupun juga banyak hal konyol yang mungkin juga bisa dimasukkan kedalam kategori komedi. Untuk aksi nya sendiri gak usah diragukan lagi ya, karena selain film ini dimainkan oleh aktor terkenal dan juga disutradarai oleh Michael Dowse.

Hanya saja ada salah satu scene pukul memukul yang mungkin diambil dari jarak yang terlalu dekat sehingga saya sendiri kurang merasa puas pada scene tersebut. Alhasil gambar menjadi goyang dan pengambilan sudut gambar yang kurang maksimal, membuat aksi bertarungnya yang kurang jelas. Namun tidak semua scene loh ya, sobat agan. Overall scene nya keren – keren kok, apalagi padaa saat  scene bertarung dengan Tedjo dan adegan tembak menembak nya.

Ingin melihat seperti apa jadinya jika Iko Uwais berperan sebagai antagonis? Yuk dukung para aktor Indonesia yang berperan di dunia internasional dengan menonton filmnya sobat agan! Oh iya film Stuber ini baru exis di bioskop tanah air pada tanggal 24 Juli yah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here