The Kid Who Would Be King : Excalibur di Zaman Modern

AGANESIA.COM, Jakarta – Sedikit mengadaptasi dari film legendaris King Arthur dengan versi modern, film The Kid Who Would Be King yang diperankan oleh anak – anak kecil ini gw rasa membuat film ini menjadi lebih layak untuk ditonton oleh semua umur dan menurut gw Joe Cornish sebagai Produser cukup berhasil membuat film fantasi yang tertuang dalam film ini.

Sinematografi nya epic namun tidak lebay. Karakter dari monsternya masih masuk di akal dan tidak keluar dari ‘jalurnya’. Di saat setiap petualangannya pun selalu diisi dengan latar tempat yang keren dan memukau mata para penontonnya. Untuk animasinya masih dapat diterima dan jika dilihat secara sekilas tampak seperti tidak ada kekurangannya dan tampak realistis.

Action scene dan castingnya menurut gw pribadi cukup standar dan kurang ada gregetnya. Mungkin karena para aktornya masih pada muda? Atau mungkin ini cuma perasaan gw aja ya soalnya sih mereka seperti tidak memerankan aktor dengan karakter yang sulit untuk diperankan dan perlu pendalaman yang lebih. Jadi ya mereka memerankan perannya seperti apa adanya dan mengalir begitu saja.

Ada beberapa jokes yang jayus, gagal dan jujur agak kurang pas aja momennya di suatu scene. Hanya beberapa saja loh ya, sisanya ya lumayan untuk menghibur dan dapat mengundang gelak tawa para penontonnya, termasuk gw pribadi. Joe Cornish yang juga sebagai penulis naskah pun cukup cerdas dalam membuat dialog karena dialognya tidak bertele – tele, mudah dicerna, terutama di mayoritas audience awam dan anak kecil sekalipun.

Untuk konfliknya sendiri dapet, timingnya juga bagus. Namun yang sangat disayangkan endingnya kurang klimaks dan mungkin orang – orang sudah dapat menebak akhir cerita dari film ini. Apa mungkin karena efek dari film ini yang mengadaptasi dari film King Arthur lawas sehingga orang juga akan beranggapan bahwa akhir ceritanya akan berakhir seperti film tersebut? Well, itu tantangan yang biasa ditemukan oleh rumah produksi yang ingin membuat film remake.

Namun yang perlu gw tekanin lagi disini bahwa film ini sangat berbeda dengan film King Arthur yang lawas. Banyak angin segar yang hadir pada film ini disetiap scene nya dengan kejutan yang bisa jadi membuat tebakan kita salah dan bahkan melenceng.

Tapi overall film ini epic dan keren kok! Gak ngerti lagi deh sama imdb karena film sekeren ini bisa dikasih rate hanya segitu. Jangan sampai ketinggalan aksi Alex Elliot dan kesatrianya dalam membasmi kejahatan!.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here